Mungkinkah pasien diabetes mengonsumsi makanan manis? Tentu saja boleh. Pada dasarnya tujuan pengaturan makan
pasien diabetes adalah untuk menurunkan kadar gula darah mendekati
normal dengan menyeimbangkan asupan makanan. Memang beberapa jenis gula
sebaiknya dihindari, tetapi saat ini sudah tersedia produk pengganti
gula yang kandungan kalorinya minimal.
"Anjuran yang terbaik
adalah dengan menggunakan kandungan gula yang sangat minimal dalam diet
penderita diabetes," ujar Keri Glassman, ahli gizi asal New York. Produk
pengganti gula dapat dijadikan pilihan karena selain menawarkan rasa
manis, namun juga mengontrol asupan karbohidrat dan glukosa darah.
Jenis
gula yang harus dihindari adalah gula murni seperti gula pasir, gula
merah, permen, cokelat, selai, madu, sirop, atau susu kental manis.
Berbeda dengan gula tersebut, pemanis buatan dibentuk di laboratorium
sehingga tidak mengandung kalori dan tak menaikkan kadar gula darah.
Beberapa jenis pemanis buatan yang aman untuk diabetesi antara lain:
1. Sucralose
Ini
adalah jenis pemanis non-nutritif yang tepat untuk pasein diabetes.
Selain itu, meskipun sucralose 600 kali lebih manis dari gula, namun
tidak memiliki efek menaikkan gula darah. Pemanis buatan ini bisa
dipakai pada makanan panas atau dingin. Makanan yang diproses umumnya
mengandung gula ini.
2. Sakarin
Sakarin
merupakan pemanis yang tidak mengandung kalori dan sekitar 300 sampai
500 kali lebih manis dari gula. Meskipun dapat menjadi pilihan bagi
penderita diabetes, namun penelitian menunjukkan bahwa asupan sakarin
dapat memicu penambahan berat badan. Bisa digunakan untuk makanan panas
atau dingin. Namun hindari pemanis ini jika Anda sedang hamil atau
menyusui.
3. Aspartam
Aspartam merupakan
pemanis non-nutritif yang 200 kali lebih manis dari gula namun tidak
mengandung kalori. Bisa digunakan untuk makanan dingin atau hangat. Pada
suhu panas, tingkat kemanisannya akan berkurang. Tidak semua orang
boleh mengonsumsi pemanis ini, mereka yang menderita kondisi
phenylketonuria tidak direkomendasikan karena bisa memicu efek samping
tertentu.
4. Stevia
Stevia merupakan tanaman
yang dapat menghasilkan rasa manis dan dinilai lebih baik daripada gula
karena bebas kalori. Stevia sendiri tidak menyebabkan gula darah naik
tetapi pemanis ini sering dikombinasikan dengan agen pencurah sehingga
bentuknya bisa dicurahkan. Agen pencurah itu diduga bisa menyebabkan
peningkatan gula darah.
5. Agave
Merupakan
turunan dari getah yang diambil dari tanaman agave. Meskipun merupakan
bentuk dari gula, namun memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga
diserap lebih lama di tubuh dan tidak menimbulkan lonjakan gula darah.
Tingkat kemanisannya sekitar dua kali dari gula biasa. Kebanyakan agave
tersedia dalam bentuk sirup sehingga sebagian ahli gizi menilai pemanis
ini mengandung fruktosa tinggi, gula sederhana yang terdapat dalam buah.
6. Alkohol gula
Alkohol gula atau polyols
merupakan turunan dari serat alami dalam buah-buahan dan sayur-sayuran.
Pemanis ini mengandung karbohidrat sehingga dikelompokkan ke dalam
pemanis nutritif. Kendati demikian kandungan kalori dari jenis gula ini
rendah dan dapat dijadikan pilihan sebagai pengganti gula.
From: kompas.com
6 Pengganti Gula untuk Diabetisi
About author: Admin
Cress arugula peanut tigernut wattle seed kombu parsnip. Lotus root mung bean arugula tigernut horseradish endive yarrow gourd. Radicchio cress avocado garlic quandong collard greens.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments: