Saat Anda masih duduk di bangku sekolah dulu, orangtua Anda selalu
marah jika Anda tidak mau sarapan? Pikiran bahwa sarapan hanya untuk
anak-anak atau menghindari sarapan demi mengurangi berat badan bukanlah
pemikiran yang tepat. Ada alasan medis mengapa orangtua memaksa kita
untuk sarapan. Ini alasannya.
Anak-anak Memang Lebih Butuh Sarapan
Orang
dewasa butuh sarapan agar ia bisa berpikir lebih baik di sepanjang
harinya, sementara untuk anak-anak, mereka lebih butuh sarapan. Tubuh
anak-anak yang sedang bertumbuh dan otaknya yang sedang berkembang
bergantung pada asupan makanan yang teratur. Ketika anak-anak melewatkan
waktu sarapan, artinya perut mereka berada dalam keadaan kosong bisa
hingga 18 jam sejak malam sebelumnya. Dengan kata lain, masa perut
kosong selama itu termasuk dalam kategori semi-kelaparan, yang bisa
menyebabkan banyak masalah fisik, intelektual, dan sikap bagi anak-anak.
Investasi yang Baik
Jika Anda dan anak-anak
secara reguler melewatkan waktu menyantap sarapan demi bisa menambah
waktu tidur lebih lama, ketahuilah bahwa mengkonsumsi makanan pagi yang
bernutrisi justru akan menghemat waktu Anda lebih banyak lagi. Dengan
mengisi ulang daya untuk otak dan tubuh, Anda akan bekerja lebih efisien
dalam setiap aktivitas Anda. Lebih menariknya lagi, studi menunjukkan
bahwa anak-anak yang melewatkan waktu sarapan cenderung sering datang
terlambat, bahkan sering pula tak masuk sekolah ketimbang anak-anak yang makan
sarapan secara rutin. Menu susu dan sereal saja sudah bisa dibilang
sarapan. Waktu yang diinvestasikan untuk sarapan lebih berharga
ketimbang waktu tambahan untuk tidur dengan melewatkan sarapan. Jika
Anda dan anak-anak sulit untuk bangun pagi dan menyiapkan sarapan, Anda
bisa mencoba menyiapkan sarapan dalam kotak makanan sejak malam
sebelumnya agar bisa dimakan saat perjalanan di pagi hari menuju kantor
atau sekolah.
Kurangi Berat Tubuh
Beberapa
orang melewatkan sarapan dengan harapan bisa menurunkan berat badan.
Padahal, pada praktiknya, orang yang melewatkan waktu makan pagi justru
akan menambah berat tubuh. Melewatkan makan pagi sudah seringkali
dihubungkan dengan obesitas. Studi menunjukkan, bahwa anak-anak, remaja,
dan dewasa yang berat tubuhnya di atas rata-rata melewatkan waktu makan
pagi ketimbang orang yang ukuran tubuhnya lebih ramping.
Menurut
penelitian, melewatkan waktu makan, khususnya sarapan, bisa membuat
pengaturan berat tubuh lebih sulit. Orang yang melewatkan waktu sarapan
cenderung makan lebih banyak makanan ketimbang ukuran porsi biasanya di
jam makan berikutnya (makan siang atau brunch) atau memiliki
kecenderungan mengudap camilan berkalori tinggi untuk menanggulangi
kelaparan. Bagi remaja, khususnya remaja perempuan, melewatkan sarapan
mungkin menjadi hal yang sangat logis untuk mengurangi asupan kalori dan
mengurangi berat tubuh. Penting untuk para ibu untuk mengedukasi
anak-anaknya mengenai pentingnya sarapan dan peran sarapan untuk menjaga
kesehatan tubuh dan mencegah obesitas.
From: kompas.com
Berinvestasi dengan Sarapan
About author: Admin
Cress arugula peanut tigernut wattle seed kombu parsnip. Lotus root mung bean arugula tigernut horseradish endive yarrow gourd. Radicchio cress avocado garlic quandong collard greens.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments: